Batam — Kondisi ruas jalan di kawasan Perumahan Geysa Paradise, Piayu, dikeluhkan warga karena dinilai sangat memprihatinkan dan belum mendapatkan penanganan yang jelas hingga saat ini.
Berdasarkan pantauan warga, jalan di area perumahan tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Saat cuaca panas, debu dari jalanan kerap beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Sementara ketika hujan turun, ruas jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan pengendara maupun pejalan kaki.
Seorang warga yang tinggal di kawasan tersebut mengaku kondisi itu sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini belum ada kejelasan terkait pihak yang bertanggung jawab atas perbaikan jalan tersebut.
“Kalau panas debunya sangat mengganggu, kalau hujan jadi becek dan berlumpur. Kami sudah lama merasakan kondisi seperti ini,” ujar salah seorang warga kepada wartawan.
Menurutnya, warga sempat mempertanyakan persoalan itu kepada pihak kelurahan. Namun, warga mendapat penjelasan bahwa jalan tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak developer perumahan.
Di sisi lain, ketika warga mencoba meminta penjelasan kepada pihak developer, mereka justru mendapat informasi berbeda. Pihak developer disebut menyampaikan bahwa jalan tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah.
“Kami jadi seperti dioper ke sana kemari. Dari kelurahan bilang punya developer, sementara developer bilang itu punya pemerintah,” ungkapnya.
Warga berharap ada kejelasan dari pihak terkait mengenai status jalan tersebut agar perbaikan segera dilakukan. Mereka menilai kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.r
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu tindak lanjut dan perhatian dari pihak terkait terkait kondisi jalan di Perumahan Geysa Paradise Piayu tersebut.
















